Selasa, 18/10/2011 17:49
Makassar - Pertama kali saya mengenal kualitas Ratu Gurih justru ketika berada di Ambon. Ikan bakar
rica-ricanya sangat memukau. Tetapi, ada lagi yang lebih membuat saya jatuh cinta pada Ratu Gurih, yaitu ikan bakar saus kenari. Keduanya mak nyuss!

Karena itu, begitu melihat ada papan nama Ratu Gurih di Makassar, saya pun langsung singgah. Ternyata, Ratu Gurih justru berpusat di Makassar, dan punya dua gerai. Sayangnya, di dua gerai Ratu Gurih Makassar, ikan bakar saus kenari justru tidak ditampilkan. Maklum, kenari memang khas Maluku. Untungnya, Ratu Gurih di Makassar masih punya
simpanan kejutan yang menyenangkan.
simpanan kejutan yang menyenangkan.
Seperti selalu saya nyatakan, soal ikan bakar, Makassar memang juara. Teknik membakar ikannya jago. Kebanyakan ikan tidak dibuang sisiknya, agar daging ikan tidak gosong terbakar dalam proses. Orang Makassar hanya makan daging ikannya, dan membuang kulitnya. Beda dengan saya yang justru sangat menyukai kulit ikan.
Persediaan ikan segar di gerai Ratu Gurih cukup komplet. Ikan baronang, titang, kaneke, bolu (bandeng), lamuru, kuwe, kakap, sunu (kerapu) – semuanya ikan favorit di Makassar, di samping udang, kepiting, dan cumi-cumi. Tetapi, saya selalu mencari ikan su’kang dan ikan kudu-kudu yang jarang dipunyai gerai lain. Kedua jenis ikan ini bentuknya buruk, tetapi dagingnya empuk dan lembut banget.
Favorit saya adalah ikan su’kang bakar dengan bumbu parape. Ikan su’kang bentuknya agak pipih, mirip ikan sebelah atau sole. Teksturnya lembut dan punya rasa alamiah manis. Karena itu sangat padan dengan bumbu parape yang bahan utamanya bawang merah dan gula, sehingga rasanya pun bernuansa manis. Matched banget.
Sedangkan ikan kudu-kudu lebih cocok digoreng, sekalipun tekstur dagingnya juga lembut, dengan topping rica-rica yang pedasnya nonjok. Ikan kudu-kudu bentuknya seperti kotak yang sangat keras. Saya selalu bercanda, ikan seperti ini kalau menabrak kapal selam tentulah kapal selamnya yang bocor.
Hebatnya, Ratu Gurih tahu benar bagaimana menyajikan ikan kudu-kudu yang bentuknya unik itu ke atas meja. Biasanya, tamu tidak dapat lagi melihat bentuk ikan kudu-kudu karena hanya diambil dagingnya untuk digoreng. Di Ratu Gurih, setelah dagingnya diambil dan dibumbui, cangkang ikannya yang utuh digoreng dan ditampilkan sebagai penghias sajian. Istimiwir!
Di antara banyak rumah makan ikan bakar di Makassar, Ratu Gurih jelas tidak boleh dilewatkan.
sumber : detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar