Bangka - Nama resto ini dan juga nama masakannya, selalu menjadi sumber perdebatan. Kalau saya bilang
Neo, pasti ada yang mengoreksi menjadi New. Sebaliknya, mereka yang tahu benar, justru akan mengoreksi bila saya menyebut New. Seharusnya memang Neo, sesuai pernyataan pemiliknya. Yang penting, Neo Raja Laut adalah resto seafood yang seringkali disejajarkan kualitasnya dengan Mr. Asui di Pangkalpinang.
Salah satu hidangan istimewa Neo Raja Laut adalah kepiting angciu. Setahu saya, angciu adalah arak merah yang umum dipakai sebagai penyedap masakan - dibuat dari fermentasi atau peragian nasi dan angkak atau angco (kurma merah kering). Setelah araknya yang berupa cairan diambil, sisanya adalah tape beras yang berwarna merah karena angkak (yang biasa dipakai untuk pengobatan demam berdarah). Setahu saya pula, tape beras berwarna merah ini disebut angcau - juga umum dipakai sebagai kondimen penyedap masakan.
Kepiting angciu sajian Neo Raja Laut ini (2 ekor per porsi, Rp 100 ribu) - seperti terlihat pada gambar - memang tampaknya dimasak dengan angciu maupun angcau. Tape berasnya yang menciptakan citarasa asam-manis dan aroma harum tampak jelas bergelimang dalam saus kentalnya yang berwarna merah.
Tanpa memperpanjang perdebatan apakah sebenarnya pantas disebut kepiting angciu atau kepiting angcau, singkatnya: ini adalah sajian yang mak nyuss!
Rata-rata resto seafood di Pulau Bangka mendatangkan kepitingnya dari daerah Palembang. Kepiting di Bangka kecil-kecil, tetapi yang dari Palembang besar-besar. Beratnya bisa mencapai 1,5 kilogram lebih. Tekstur dagingnya lembut, rasanya gurih dan manis.
Masakan lain yang saya jagokan di Neo Raja Laut ini adalah ikan pari asam pedas (Rp 30 ribu). Sebetulnya, masakan yang lebih khas Bangka adalah lempah, mirip pindang Palembang. Tetapi, untuk ikan pari, kuah encer lempah - menurut saya - kurang nendang. Sekalipun tekstur dagingnya halus, dengan bagian tulang muda yang empuk klethuk-klethuk, ikan pari selalu lebih cocok untuk disajikan dengan bumbu yang lebih nendang. Selain dimasak asam pedas, masakan ikan pari yang saya rekomendasikan di sini adalah ikan pari lada hitam. Top markotop!
Jangan lewatkan udang rebus atau udang bakarnya. Setidaknya, ini dapat dipesan sebagai appetizer yang istimewa. Ini adalah jenis udang putih hasil tangkapan laut. Berukuran sedang, rasanya manis dengan tekstur lembut-kenyal. Cukup direbus sebentar, atau dibakar di atas arang (Rp 40 ribu). Dicocol dengan sambal blacan yang sungguh akan membuat Anda akan ketagihan. Ini adalah jenis sambal sederhana dari cabe merah dengan bawang putih dan trasi dari Toboali. Trasinya bersih, berwarna kemerahan, aromanya cantik. Tingkat kepedasannya sedang, tetapi punya kualitas long finish. Lama sesudah Anda
menyantapnya, rasa sambal masih melekat di lidah.
Sekalipun otak-otaknya pun berkualitas unggulan, dan selalu disajikan sebelum hidangan yang dipesan datang, jangan terlalu banyak menyantapnya. Mendingan dibungkus untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, supaya perut tidak terlalu kenyang untuk menikmati masakan istimewa Neo Raja Laut. Jangan lupa, sambal blacan-nya yang istimewa juga bisa dibawa pulang sebagai oleh oleh. Harganya lumayan mahal, Rp 65 ribu sebotol 600ml.

Salah satu hidangan istimewa Neo Raja Laut adalah kepiting angciu. Setahu saya, angciu adalah arak merah yang umum dipakai sebagai penyedap masakan - dibuat dari fermentasi atau peragian nasi dan angkak atau angco (kurma merah kering). Setelah araknya yang berupa cairan diambil, sisanya adalah tape beras yang berwarna merah karena angkak (yang biasa dipakai untuk pengobatan demam berdarah). Setahu saya pula, tape beras berwarna merah ini disebut angcau - juga umum dipakai sebagai kondimen penyedap masakan.
Kepiting angciu sajian Neo Raja Laut ini (2 ekor per porsi, Rp 100 ribu) - seperti terlihat pada gambar - memang tampaknya dimasak dengan angciu maupun angcau. Tape berasnya yang menciptakan citarasa asam-manis dan aroma harum tampak jelas bergelimang dalam saus kentalnya yang berwarna merah.
Tanpa memperpanjang perdebatan apakah sebenarnya pantas disebut kepiting angciu atau kepiting angcau, singkatnya: ini adalah sajian yang mak nyuss!
Rata-rata resto seafood di Pulau Bangka mendatangkan kepitingnya dari daerah Palembang. Kepiting di Bangka kecil-kecil, tetapi yang dari Palembang besar-besar. Beratnya bisa mencapai 1,5 kilogram lebih. Tekstur dagingnya lembut, rasanya gurih dan manis.
Masakan lain yang saya jagokan di Neo Raja Laut ini adalah ikan pari asam pedas (Rp 30 ribu). Sebetulnya, masakan yang lebih khas Bangka adalah lempah, mirip pindang Palembang. Tetapi, untuk ikan pari, kuah encer lempah - menurut saya - kurang nendang. Sekalipun tekstur dagingnya halus, dengan bagian tulang muda yang empuk klethuk-klethuk, ikan pari selalu lebih cocok untuk disajikan dengan bumbu yang lebih nendang. Selain dimasak asam pedas, masakan ikan pari yang saya rekomendasikan di sini adalah ikan pari lada hitam. Top markotop!
Jangan lewatkan udang rebus atau udang bakarnya. Setidaknya, ini dapat dipesan sebagai appetizer yang istimewa. Ini adalah jenis udang putih hasil tangkapan laut. Berukuran sedang, rasanya manis dengan tekstur lembut-kenyal. Cukup direbus sebentar, atau dibakar di atas arang (Rp 40 ribu). Dicocol dengan sambal blacan yang sungguh akan membuat Anda akan ketagihan. Ini adalah jenis sambal sederhana dari cabe merah dengan bawang putih dan trasi dari Toboali. Trasinya bersih, berwarna kemerahan, aromanya cantik. Tingkat kepedasannya sedang, tetapi punya kualitas long finish. Lama sesudah Anda
menyantapnya, rasa sambal masih melekat di lidah.
Sekalipun otak-otaknya pun berkualitas unggulan, dan selalu disajikan sebelum hidangan yang dipesan datang, jangan terlalu banyak menyantapnya. Mendingan dibungkus untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, supaya perut tidak terlalu kenyang untuk menikmati masakan istimewa Neo Raja Laut. Jangan lupa, sambal blacan-nya yang istimewa juga bisa dibawa pulang sebagai oleh oleh. Harganya lumayan mahal, Rp 65 ribu sebotol 600ml.
RM Neo Raja Laut
Jl. Kapten Sulaiman 9
Sungailiat, Bangka
0717 94668
sumber : detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar